Ditemukan 61429 data
36 — 0
Menyatakan Terdakwa HENDRA Alias LOTONG Bin YUSRANSYAH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja turut serta mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar;2.
29 — 3
Menyatakan Terdakwa : ARIFUL HUDA ALS IFUL BIN RAHMAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar; -----2.
20Oktober 2015, tentang Penetapan Hari Sidang;e Berkas perkara dan suratsurat lain yang bersangkutan;Setelah mendengar keterangan Saksisaksi, dan terdakwa serta memperhatikanbukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan; Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh PenuntutUmum yang pada pokoknya sebagai berikut: 1Menyatakan terdakwa ASRIFUL HUDA ALS IFUL BIN RAHMANterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidanaDENGAN SENGAJA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI
menurut hemat Majelis Hakim paling tepat apabila dihubungkan denganfakta hukum yang diperoleh di depan persidangan, yaitu Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1)UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana dalam dakwaan PERTAMA;Menimbang, bahwa tentang dakwaan Pertama; Menimbang, bahwa unsurunsur Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No. 36Tahun 2009 tentang Kesehatan, adalah sebagai berikut : 1 Setiap orang; 22022 n nnn nnn nn nnn nnn nner2 Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edarsebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1); Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sengaja atau opset itu adalahwillen en wetens dalam arti bahwa pembuat harus menghendaki (willen) melakukanperbuatan tersebut dan juga harus mengerti (weten) akan akibat dari pada perbuatan;Menimbang, bahwa pengertian sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obattradisional dan kosmetika; Menimbang, bahwa pengertian alat kesehatan adalah instrumen, aparatus,mesin
sebagaimana Surat Keputusan KepalaBadan Pengawas Obat dan Makanan Nomor : HK.04.1.35.07.13.3855 tanggal 24 Juli2013 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan MakananNomor : HK. 04.1.35.06.13.3534 Tahun 2013 tentang Pembatalan Izin Edar Obat YangMengandung Dekstrometorfan Sediaan Tunggal, sehingga tidak boleh diedarkan namunoleh terdakwa tetap diedarkan dan dijual;Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut unsur ke dua dengansengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
bersalah, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagiperbuatannya; e Terdakwa belum pernah dihukum; Mengingat, ketentuan pasal pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun2009 tentang Kesehatan, UndangUndang No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undangundang Hukum Acara Pidana, serta Peraturan Hukum lain yang bersangkutan;12MENGADILIMenyatakan Terdakwa : ARIFUL HUDA ALS IFUL BIN RAHMAN telahterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengansengaja mengedarkan sediaan farmasi
23 — 4
Menyatakan terdakwa bernama HAFIZH IRFANI JAUHARI Bin TONTOWI JAUHARI telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar ;2.Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan ;3.
Mojokerto atau setidaktidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerahhukum Pengadilan Negeri Mojokerto, dengan sengaja memproduksiatau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan tanpa ijinedar, Perbuatan terdakwa dilakukan dengan cara cara sebagai berikut :e Awalnya terdakawa HAFIZH IRFANI JAUHARI Bin TONTOWIJAUHARI mendapat pesanan dari seseorang (petugas Polisiyang menyamar) untuk dibelikan pil dobel L, untuk memenuhipesanan tersebut kemudian terdakwa membelikan pil dobel Lkepada
Menyatakan Terdakwa HAFIZH IRFANI JAUHARI Bin TONTOWIJAUHARI bersalah melakukan tindak pidana mengedarkansediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijinedar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;2.
Unsur dengan sengaja memproduksi atau mengedarkansediaan farmasi dan atau alat kesehatan tanpa ijin edar ;Ad.1.
Mojokerto, TerdakwaHAFIZH IRFANI JAUHARI Bin TONTOWI JAUHARI dengan sengajamengedarkan sediaan farmasi berupa pil Double L dengan caraawalnya terdakwa mendapat pesanan dari seseorang (petugas Polisiyang menyamar) untuk dibelikan pil dobel L, untuk memenuhi pesanantersebut kemudian terdakwa membelikan pil dobel L kepada YUSUFEFENDI sebanyak 1 botol berisi 1000 butir dengan harga Rp.350.000..Setelah mendaptkan pil tersebut, terdakwa menemui pemesanyadiwarung kopi yang ada di dsn. Gedeg.
Menyatakan terdakwa bernama HAFIZH IRFANI JAUHARI BinTONTOWI JAUHARI telah terbukti secara sah dan meyakinkanbersalah melakukan~ tindak pidana dengan sengajamengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar ;2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidanapenjara selama 6 (enam) bulan dan denda sebesar Rp.1.000.000, (satu juta rupiah) dengan ketentuan apabila dendatidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 2(dua) bulan ;3.
32 — 1
Menyatakan Terdakwa AYAT PADILLAH Als AYAT Bin MAHNOR telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mencoba mengedarkan obat farmasi yang tidak memiliki izin edar ; 2.
96 — 51 — Berkekuatan Hukum Tetap
ditahan:;Terdakwa diajukan di persidangan Pengadilan Negeri Denpasar karenadidakwa dengan dakwaan sebagai berikut:PERTAMA:Bahwa Terdakwa Kadek Jonny Saputra dari tahun 2012 sampai dengan hariSelasa tanggal 29 Oktober 2013 sekitar jam 10.00 WITA, atau setidaktidaknyadalam tahun 2012 dan tahun 2013, bertempat di Toko Rayu, jalan Imambonjol,Gang Ulundanu Nomor 4 Denpasar, atau setidaktidaknya termasuk dalam DaerahHukum Pengadilan Negeri Denpasar, dengan sengaja memproduksi ataumengedarkan sediaan farmasi
dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edarsebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1) yaitu sediaan farmasi dan alatkesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar, yang dilakukanoleh Terdakwa dengan caracara sebagai berikut: Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, Petugas BalaiBesar POM Denpasar melakukan pemeriksaan di Toko Rayu, jalan Imambonjol,Gang Ulundanu Nomor 4 Denpasar, pada saat itu ditemukan beberapa kosmetikyang tidak memiliki izin edar,
Putusan No. 2649 K/PID.SUS/2016ATAUKEDUA:Bahwa Terdakwa Kadek Jonny Saputra dari tahun 2012 sampai dengan hariSelasa tanggal 29 Oktober 2013 sekitar jam 10.00 WITA, atau setidaktidaknyadalam tahun 2012 dan tahun 2013, bertempat di Toko Rayu Jalan Imambonjol,Gang Ulundanu Nomor 4 Denpasar, atau setidaktidaknya termasuk dalam DaerahHukum Pengadilan Negeri Denpasar, dengan sengaja memproduksi ataumengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat Kesehatan yang tidak memenuhistandar dan/atau persyaratan kKeamanan
Menyatakan untuk Terdakwa KADEK JONNY SAPUTRA telah terbukti secarasah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengajamemproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yangtidak memiliki ijin edar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1) yaitu:Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatiin edar sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Pertama diatur dalam Pasal197 juncto Pasal 106 Ayat (1) UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan
Menyatakan bahwa Terdakwa KADEK JONNY SAPUTRA terbukti secara sahdan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar;2. Menjatuhnkan pidana oleh karena itu terhadap Terdakwa KADEK JONNYSAPUTRA tersebut dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan;3.
31 — 9
Menyatakan Terdakwa JUMBERI Alias ARI Bin SELAMAT (Alm) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar ;2.
Menyatakan Terdakwa JUMBERI Als ARI Bin SELAMAT (Alm)telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakpidana sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidakmemiliki izin edar, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal197 UndangUndang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,dalam dakwaan Primair Penuntut Umum;2.
:Bahwa Terdakwa JUMBERI Alias ARI Bin SELAMAT (Alm), pada hariSelasa tanggal 29 Maret 2016 sekitar jam 14.15 Wita, atau setidaktidaknya padasuatu wakiu dalam bulan Maret 2016, bertempat di kios/toko yang terletak disamping Pasar Paringin, Kelurahan Paringin Kota, Kecamatan Paringin,Kabupaten Balangan, atau setidaktidaknya di suatu tempat yang termasuk dalamdaerah hukum Pengadilan Negeri Amuntai yang berwenang memeriksa danmengadili perkara ini, dengan sengaja memproduksi atau mengedarkansediaan farmasi
Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar;Ad.1.
dan alat Kesehatan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 4 Peraturan PemerintahNo. 72 Tahun 1998 menyatakan peredaran adalah setiap kegiatan atauserangkaian kegiatan penyaluran atau penyerahan sediaan farmasi dan alatHalaman 13 dari 18 halaman Putusan Nomor 172/Pid.Sus/2016/PN Amt.14kesehatan baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan, ataupemindahtanganan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 4 UU No. 36 Tahun 2009menyatakan sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional
Menyatakan Terdakwa JUMBERI Alias ARI Bin SELAMAT (Alm) telahterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidanadengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izinedar ;2.
41 — 3
NIEKEN DEWI PAMIKATSIH, S.Si.A.pt yang dibacakan di persidanganpada pokoknya sebagai berikut: Bahwa benar sediaan farmasi adalah obat, bahan baku obat, obattradisional dan kosmetik.Halaman 6 dari 16 Putusan Nomor 502/Pid.Sus/2017/PN GprBahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat tersebutsesuai dnegan Pasal 98 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatandilarang 9mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan danmengedarkan bagi setiap orang yang tidak memiliki keahlian dankewenangan.Bahwa
benar yang berhak atau boleh mengadakan, menyimpan,mengolah, mempromosikan dan mengedarkan sediaan farmasi berupaobat dan bahan baku obat tersebut harus tenaga kesehatan yangmempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan Pasal 108 UU RINo. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat yangpengadaan, penyimpanan, pengolahan, mempromosikan danpengedaran diperbolehkan adalah yang sudah memenuhisyaratFarmakope Indnesia atau buku standart lainnya dan tentunya
sudahmendapat ijin dari Pemerintah.Bahwa benar menurut Ahli barang bukti berupa pil warna putih denganlogo LL tersebut adalah sediaan farmasi yang berupa obat.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat yang disita dari terdakwatersebut dikemasannya tidak ada label/identitas yang melekat.Bahwa benar efek samping dari penggunaan sediaan farmasi berupa pilLL tersebut adalah meningkatkan daya tahan tubuh akan tetapi jikapenggunaannya tidak sesuai dengan resep dokter maka dapat berakibatburuk pada kesehatan
Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi danatau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar ;Menimbang, bahwa terhadap unsurunsur tersebut Majelis Hakimmempertimbangkan sebagai berikut:Ad.1.
Menyatakan Terdakwa SIMSON FEBINANDUS YUL KRISTI SONRAY telahterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidanaDENGAN SENGAJA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI TANPA WINEDAR;2.
51 — 3
Menyatakan terdakwa FAUZI ASSIDIK Als UJI Bin ANANG RASYID telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar; --------------------------------------------------------------------------------------------2.
31 — 4
Menyatakan Terdakwa HAYAT TULLAH Alias HAYAT Bin ABDUL KARIM telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar;2.
Perk: PDM004/AMT/01/2015, yang pada pokoknya menuntut:1 Menyatakan terdakwa HAYAT TULLAH Als HAYAT Bin ABDUL KARIMterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana DENGANSENGAJA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI YANG TIDAK MEMILIKISURAT IZIN EDAR, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 joPasal 106 Ayat (1) UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.2 Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana penjara selama 2 (dua)tahun dengan dikurangkan lamanya terdakwa
Pasal 106 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2009, yang unsurunsurnyasebagai berikut:1 Setiap orang;2 Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alatkesehatan yang tidak memiliki izin edar;Ad.1.
Unsur dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edarMenimbang, bahwa unsur ini merupakan unsur yang bersifat alternatif, sehinggaMajelis Hakim dapat langsung memilih salah satu perbuatan yang relevan dengan faktafakta hukum dan dalam arti apabila salah satu perbuatan dalam unsur ini telah terpenuhi,maka unsur ini juga harus dinyatakan telah terpenuhi;Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sengaja adalah menghendaki danmengetahui apa
yang dilakukan dan menyadari akibat dari perbuatannya tersebut;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 3 Peraturan Pemerintah No. 72Tahun 1998 menyatakan produksi adalah kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan,mengolah, membentuk, mengemas, dan/atau mengubah bentuk sediaan farmasi dan alatkesehatan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal angka 4 Peraturan Pemerintah No. 72Tahun 1998 menyatakan peredaran adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatanpenyaluran atau penyerahan sediaan farmasi
olehBPOM RI agar produk tersebut secara sah dapat diedarkan di wilayah Indonesia.Sedangkan berdasarkan Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 1010/MENKES/PER/XI/2008 menyatakan izin edar adalah bentuk persetujuan registrasi obatuntuk dapat diedarkan di wilayah Indonesia;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 106 ayat (3) UU No. 36 Tahun 2009menyatakan pemerintah berwenang mencabut izin edar dan memerintahkan penarikan dariperedaran sediaan farmasi dan alat kesehatan yang telah memperoleh
62 — 8
farmasi berupa obatdaftar G kepada orang yang bernama Sdr.
22 Mei 2012 sekira jam 16.00 witaterdakwa telah menjual atau mengedarkan sediaan farmasi berupa obatdaftar G kepada orang yang bernama Sdr.
III Kecamatan Awayan KabupatenBalangan, saksi dan rekan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa karenamengedarkan sediaan farmasi berupa Dextro tanpa adanya ijin edar dari pihak yangberwenang ;Bahwa saksi dan saksi PAHRULLAH yang samasama petugas kepolisian dariPolres Balangan sebelumnya menghampiri Sdr.
;Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut, Terdakwa membenarkannya ;SAKSI PAHRULLAH : Bahwa saksi mengerti mengapa diperiksa dipersidangan kali ini, yaitu sehubungandengan Terdakwa memiliki atau mengedarkan obat Farmasi daftar G dan obatbebas terbatas ;Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 22 Mei 2012 sekira jam16.00 wita, bertempat di Desa Pudak Rt.
III Kecamatan Awayan KabupatenBalangan, saksi dan rekan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa karenamengedarkan sediaan farmasi berupa Dextro tanpa adanya ijin edar dari pihak yangberwenang ;Bahwa saksi dan saksi JAKSEN yang samasama petugas kepolisian dari PolresBalangan sebelumnya menghampiri Sdr.
31 — 4
Menyatakan Terdakwa AHMAD RESTU Alias CUNGKRING Bin MUHAMMAD terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar ;2.
Menyatakan terdakwa AHMAD RESTU Alias CUNGKRING BinMUHAMMAD telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalahmelakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkanHalaman 1 dari 15 Putusan Nomor 116/Pid.Sus/2016/PN Amt.sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar, sebagaimanadiatur dalam Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentangKesehatan, dalam dakwaan kesatu kami diatas.2.
dakwaan sebagai berikut:KESATU :Bahwa ia terdakwa AHMAD RESTU Alias CUNGKRING Bin MUHAMMADpada hari Kamis, tanggal 11 Februari 2016 sekira jam 19.30 wita atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam tahun 2016, bertempat di dekat jembatan diDesa Bungin Rt.01 Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan,setidaknya pada tempat lain yang masih termasuk kedalam daerah hukumPengadilan Negeri Amuntai yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaraini, dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
tersebut tidak mempunyai keahlian, izin edar dankewenangan dalam menjual bahan sediaan farmasi untuk mendapatkeuntungan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atauKota, Dinas Kesehatan Propinsi dan Balai Besar Pengawasan Obat danMakanan (BPOM);Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggarketentuan Pasal 197 UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan.ATAUKEDUA :Halaman 3 dari 15 Putusan Nomor 116/Pid.Sus/2016/PN Amt.Bahwa ia terdakwa AHMAD RESTU Alias CUNGKRING
Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izinedar;Menimbang, bahwa terhadap unsurunsur tersebut Hakim / Majelis Hakimmempertimbangkan sebagai berikut:1.
sebagai alasan pembenar ataupun alasanpemaaf sehingga terdakwa dapat dikenakan pertanggung jawaban pidanasesuai dengan hukum yang seadiladilnya.Berdasarkan uraian tersebut, maka unsur Dengan sengaja mengedarkansediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar dalam perkara ini telah terbuktisecara sah menurut hukum.
36 — 5
Menyatakan terdakwa RAHMAN Alias IMAN Bin FAHRUNSYAH telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkan obat farmasi yang tidak memiliki izin edar; -------------------------------2.
pertama pemeriksaan perkaraTelah mendengar pembacaan Surat Dakwaan ;Telah mendengar keterangan para saksi dan keterangan terdakwa sertamemperhatikan barang bukti dalam perkara ini ; Telah mendengar pembacaan surat tuntutan pidana dari Penuntut Umum yangmenuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Amuntai yang memeriksa danmengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut : 1 Menyatakan terdakwa RAHMAN Alias IMAN Bin FAHRUNSYAH, bersalahmelakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi
AmuntaiTengah Kabupaten Hulu Sungai Utara atau setidak tidaknya pada suatu tempat yangtermasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Amuntai, dengan sengajamemproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidakmemiliki ijin edar berupa obat Zenith Carnophen sebanyak 143 (seratus empat puluh tiga)butir, yang dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagaiberikut :e Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, berawal adanya informasimasyarakat yang masuk ke Kasat Narkoba
AmuntaiTengah Kabupaten Hulu Sungai Utara atau setidak tidaknya pada suatu tempat yangtermasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Amuntai, dengan sengajamemproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidakmemiliki standard dan atau persyaratan keamanan, kasiat atau kemanfaatan mutuberupa obat Zenith Carnophen sebanyak 143 (seratus empat puluh tiga) butir, yangdilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut :e Pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas, berawal
Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara saksi bersama tim darianggota kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap terdakwa karena diduga mengedarkan sediaan farmasi berupa obat jenis ZENITH(CARNOPEN).
51 — 7
Menyatakan Terdakwa MARLINA ALS UTIH Binti MURAD telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkan obat farmasi yang tidak memiliki izin edar ; 2.
pertama pemeriksaan perkara ini;Telah mendengar pembacaan Surat Dakwaan ;Telah mendengar keterangan para saksi dan keterangan terdakwa serta memperhatikanbarang bukti dalam perkara ini ; Telah mendengar pembacaan surat tuntutan pidana dari Penuntut Umum yang menuntutsupaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Amuntai yang memeriksa dan mengadili perkara inimemutuskan sebagai berikut :1 Menyatakan terdakwa MARLINA Als UTIH Binti MURAD, bersalah melakukantindak pidana Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi
dakwaan sebagai berikut:DAKWAAN;KesatuBahwa ia terdakwa MARLINA Als UTIH Binti MURAD pada hari Minggu tanggal 14Desember 2014 sekitar pukul 14.00 wita atau setidaktidaknya pada waktu lain dalam bulanDesember tahun 2014 atau masih dalam tahun 2014, bertempat di rumah terdakwa di DesaPandamaan RT.02 Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara atau setidaktidaknya pada suatu tempat yang termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Amuntai,Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
Binti KLAUDIUS RINTUH (Alm) yang pada pokoknya menerangkansebagai berikut: Bahwa ahli bekerja di Balai Besar POM Banjarmasin sebagai PNS.Bahwa Ahli menerangkan yang dimaksud sediaan farmasi adalah obat, bahan obat,obat tradisional dan kosmetika.Bahwa Ahli menerangkan sebelum sediaan farmasi diedarkan kepada masyarakatharus memenuhi syarat uji fisik, kimiawi dan penetapan kadar sesuai denganstandar pharmacopeia yang berlaku serta mempunyai ijin edar.Bahwa Ahli menerangkan ZENITH CARNOPHEN adalah sediaan
farmasi yangsudah dicabut ijin edarnya oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) RI.Menimbang, bahwa atas keterangan saksi yang dibacakan tersebut Terdakwa menyatakanbenar dan tidak keberatan;Menimbang, bahwa terdakwa tidak mengajukan saksi A de charge/saksi yang dapatmeringankan terdakwa di persidangan;Menimbang, bahwa di persidangan Terdakwa memberikan keterangan yang padapokoknya adalah sebagai berikut:Bahwa terdakwa telah ditangkap oleh anggota Satnarkoba Polres hulu SungaiUtara pada hari
Unsur Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alatkesehatan yang tidak memiliki izin edar;Menimbang, bahwa mengenai apa yang dimaksud dengan sengaja ini PeraturanPerundangundangan tidak memberikan penjelasan ataupun definisinya, oleh karena itu makapengertian sengaja tersebut dapat diketahui dari teoriteori yang diberikan oleh para ahli hukum;Menimbang, bahwa berdasarkan pendapat para ahli hukum tersebut maka dikenal ada 2(dua) teori kesengajaan, yaitu:1.
33 — 4
Menyatakan Terdakwa ANANG EFFENDY ALIAS ANANG BIN SAHRAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar; 2.
Menyatakan Terdakwa ANANG EFFENDY ALIAS ANANG BIN SAHRANbersalah melakukan tindak pidana Dengan sengaja mengedarkansediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar sebagaimana didakwakandalam dakwaan Alternative Pertama yang diatur dan diancam pidana padaPasal 197 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009tentang Kesehatan ;2.
bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh PenuntutUmum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:Pertama :Bahwa ia terdakwa pada hari Rabu tanggal 30 Desember tahun 2015sekitar Pukul 18.00 wita atau pada waktu lain dalam bulan Desember tahun2015 atau masih dalam tahun 2015, bertempat Desa Babirik Hilir Rt.001Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara atau pada suatu tempat yangtermasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Amuntai, Dengan sengajamemproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
diatur dan diancam pidana dalampasal 197 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009Tentang Kesehatan ;AtauKEDUABahwa ia terdakwa pada hari Rabu tanggal 30 Desember tahun 2015sekitar Pukul 18.00 wita atau pada waktu lain dalam bulan Desember tahun2015 atau masih dalam tahun 2015, bertempat Desa Babirik Hilir Rt.001Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara atau pada suatu tempat yangtermasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Amuntai, Dengan sengajamemproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi
Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izinedar;Menimbang, bahwa terhadap unsurunsur tersebut Hakim / Majelis Hakimmempertimbangkan sebagai berikut:1.
Menyatakan Terdakwa ANANG EFFENDY ALIAS ANANG BIN SAHRANtelah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakpidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidakmemiliki izin edar;2.
48 — 11
SAID IRIYANI Alias ALIP Bin BAHRUDIN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar;2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa M. SAID IRIYANI Alias ALIP Bin BAHRUDIN oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda sejumlah Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan;3.
Nar.K.16.0639 tanggal 6 Juni 2016yang pada kesimpulannya setelah dilakukan pengujian disimpulkan bahwa kodecontoh dengan nomor: 645LHN2016 jenis Carnophen adalah benar positifmengandung bahan aktif Parasetamol, Kafein, dan Karisoprodol;Bahwa perbuatan Terdakwa dalam mengedarkan sediaan farmasi dan/alatkesehatan tersebut tidak mempunyai izin edar dan kewenangan dalam menjualbahan sediaan farmasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atauHalaman 4 dari 20 halaman Putusan Nomor 211/Pid.Sus
Nar.K.16.0639 tanggal 6 Juni 2016yang pada kesimpulannya setelah dilakukan pengujian disimpulkan bahwa kodecontoh dengan nomor: 645LHN2016 jenis Carnophen adalah benar positifmengandung bahan aktif Parasetamol, Kafein, dan Karisoprodol;Bahwa perbuatan Terdakwa dalam mengedarkan sediaan farmasi dan/alatkesehatan tersebut tidak mempunyai izin edar dan kewenangan dalam menjualbahan sediaan farmasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atauHalaman 6 dari 20 halaman Putusan Nomor 211/Pid.Sus
Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/ataualat kesehatan yang tidak memiliki izin edar;Ad.1.
dan alat kesehatan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 4 Peraturan PemerintahNo. 72 Tahun 1998 menyatakan peredaran adalah setiap kegiatan atauserangkaian kegiatan penyaluran atau penyerahan sediaan farmasi dan alatkesehatan baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan, ataupemindahtanganan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 4 UU No. 36 Tahun 2009menyatakan sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dankosmetika;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 5 UU No
SAID IRIYANI Alias ALIP Bin BAHRUDIN telahterbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengansengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar;2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa M. SAID IRIYANI Alias ALIP BinBAHRUDIN oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dandenda sejumlah Rp 5.000.000, (lima juta rupiah), dengan ketentuan apabiladenda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3(tiga) bulan;3.
94 — 7
Menyatakan Terdakwa SELAMET Alias COKI Bin CARIMO tersebut diatas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Dengan Sengaja Mengedarkan Sediaan Farmasi yang Tidak memenuhi standar dan atau Persyaratan Keamanan, Khasiat atau Kemanfaatan dan Mutu ;2.
70 — 10
Menyatakan terdakwa SYAHRANI ALIAS UTUH BIN BAHRUN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana DENGAN SENGAJA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI YANG TIDAK MEMILIKI IZIN EDAR;2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan denda Rp.1.000.000,- (satu juta Rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan;3.
beserta lampirannya ;Setelah mendengar keterangan saksi saksi dan keterangan Terdakwa;Setelah memperhatikan barang bukti yang diajukan dipersidangan;Menimbang, bahwa Terdakwa oleh Penuntut Umum telah dituntut sebagaimanatercantum dalam tuntutan Penuntut Umum NO.REG.PERKARA : PDM72/Pargn/Euh.2/07/2013 tanggal 14 Agustus 2013, pada pokoknya menuntut agar Hakimmemutuskan :1 Menyatakan Terdakwa SYAHRANI Als UTUH Bin BAHRUN bersalahmelakukan tindak pidana dengan sengaja memproduksi atau mengedarkansediaan farmasi
dan/atau alat kesehatan yangtidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (1), perbuatanmana terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut :Berawal terdakwa telah menjual atau mengedarkan sediaan farmasi berupa obatdaftar G jenis ZENITH PHARMACEUTICALS dan DEXTROMETROPHAN (Dextro)kepada beberapa orang diantaranya kepada saksi MUHAMMAD SAHRIM Als ARIMBin ABDUL, oleh karena perbuatan terdakwa tersebut meresahkan masyarakat sehinggamelaporkannya kepada pihak yang berwajib dan menindak
warna hitam yang terletak diatas meja dapur rumah terdakwa, yang manamenurut keterangan terdakwa bahwa obat daftar G jenis ZENITHPHARMACEUTICALS dijual dengan harga Rp. 210.000, (dua ratus sepuluh riburupiah) dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 40.000, (empat puluh ribu rupiah) danDEXTROMETROPHAN (Dextro) sebesar Rp. 120.000, (seratus dua puluh ribu rupiah)dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 55.000, (lima puluh lima ribu rupiah) namunkarena terdakwa dalam menjual atau mengedarkan sediaan farmasi
Saksi PAHRULLAH Bin ARBAIN, dibawah sumpah memberikan keterangan padapokoknya sebagai berikut :e Bahwa benar saksi diperiksa di persidangan dalam keadaan sehat jasmani danrohani;e Bahwa benar pada hari Senin tanggal 22 April 2013 sekira jam 20.30 witabertempat di Desa Pelajau Rt. 02 Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan,saksi dan rekan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa karena mengedarkansediaan farmasi berupa obat daftar G jenis DEKSTROMETORPHAN dan obatdaftar G jenis ZENITH PHARMACEUTICALS
tersebut tidak mempunyai keahlian, izin edar dan kewenangan dalammenjual bahan sediaan farmasi untuk mendapat keuntungan yang dikeluarkan oleh Dinas1415Kesehatan Kabupaten atau Kota, Dinas Kesehatan Propinsi dan Balai Besar PengawasanObat dan Makanan (BPOM);Menimbang, bahwa dari pertimbangan diatas maka Majelis Hakim berpendapatunsur Dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar telah terpenuhi secara sah dan menyakinkan.Menimbang, bahwa keseluruhan unsur dari dakwaan
81 — 4
NIEKEN DEWI PAMIKATSIH, S.Si.A.pt yang dibacakan di persidanganpada pokoknya sebagai berikut:Bahwa benar sediaan farmasi adalah obat, bahan baku obat, obattradisional dan kosmetik.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat tersebutsesuail dnegan Pasal 98 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatandilarang 9mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan danmengedarkan bagi setiap orang yang tidak memiliki keahlian dankewenangan.Bahwa benar yang berhak atau boleh mengadakan, menyimpan
,mengolah, mempromosikan dan mengedarkan sediaan farmasi berupaobat dan bahan baku obat tersebut harus tenaga kesehatan yangmempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan Pasal 108 UU RINo. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.Halaman 9 dari 30 Putusan Nomor 444/Pid.Sus/2017/PN GprBahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat yangpengadaan, penyimpanan, pengolahan, mempromosikan = danpengedaran diperbolehkan adalah yang sudah memenuhi syaratFarmakope Indnesia atau buku standart lainnya
dan tentunya sudahmendapat ijin dari Pemerintah.Bahwa benar menurut Ahli barang bukti berupa pil warna putih denganlogo LL tersebut adalah sediaan farmasi yang berupa obat.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat yang disita dari terdakwatersebut dikemasannya tidak ada label/identitas yang melekat.Bahwa benar efek samping dari penggunaan sediaan farmasi berupa pilLL tersebut adalah meningkatkan daya tahan tubuh akan tetapi jikapenggunaannya tidak sesuai dengan resep dokter maka dapat berakibatburuk
Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi danatau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar ;Menimbang, bahwa terhadap unsurunsur tersebut Majelis Hakimmempertimbangkan sebagai berikut:Ad.1.
Unsur yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkansediaan farmasi dan/atau alat kesehatan3. Unsur yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalamPasal 106 ayat (1):Ad.1.
28 — 4
Kediri sering terjadi tindak pidana menyimpan danmengedarkan pil LL, selanjutnya dilakukan pengamatan dan didapatkanhasil yang mengarah pada keterlibatan tersangka HERU DWIPRASETYO als BENDOT bin SUNHAUJI ;Bahwa pada saat penangkapan, ditemukan sediaan farmasi pil jenis LLsebanyak 40 butir dalam plastik klip diatas kasur tidur didalam kamardirumah tersangka, yang diakui kepemilikannya oleh terdakwa.Bahwa terdakwa mengakui sediaan farmasi pil jenis LL sebanyak 40 butirdalam plastik klip diatas kasur
NIEKEN DEWI PAMIKATSIH, S.Si.A.pt yang dibacakan di persidanganpada pokoknya sebagai berikut:Bahwa benar sediaan farmasi adalah obat, bahan baku obat, obattradisional dan kosmetik.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat tersebutsesuai dnegan Pasal 98 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatandilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan danmengedarkan bagi setiap orang yang tidak memiliki keahlian dankewenangan.Bahwa benar yang berhak atau boleh mengadakan, menyimpan,
mengolah, mempromosikan dan mengedarkan sediaan farmasi berupaobat dan bahan baku obat tersebut harus tenaga kesehatan yangmempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan Pasal 108 UU RINo. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.Bahwa benar sediaan farmasi berupa obat dan bahan baku obat yangpengadaan, penyimpanan, pengolahan, mempromosikan danpengedaran diperbolehkan adalah yang sudah memenuhi syaratFarmakope Indnesia atau buku standart lainnya dan tentunya sudahmendapat ijin dari Pemerintah.Bahwa benar
menurut Ahli barang bukti berupa pil warna putih denganlogo LL tersebut adalah sediaan farmasi yang berupa obat.Halaman 10 dari 21 Putusan Nomor 205/Pid.Sus/2017/PN GprBahwa benar sediaan farmasi berupa obat yang disita dari terdakwatersebut dikemasannya tidak ada label/identitas yang melekat.Bahwa benar efek samping dari penggunaan sediaan farmasi berupa pilLL tersebut adalah meningkatkan daya tahan tubuh akan tetapi jikapenggunaannya tidak sesuai dengan resep dokter maka dapat berakibatburuk pada
Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi danatau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar ;Menimbang, bahwa terhadap unsurunsur tersebut Majelis Hakimmempertimbangkan sebagai berikut:Ad.1.
33 — 4
Menyatakan Terdakwa MARSON/KIROK (Alm) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dakwaan PRIMAIR;2.
Bahwa Terdakwa MARSON/KIROK (Alm), pada hari Senin tanggal 8 Februari2016, sekitar pukul 21.00 Wita, atau setidaktidaknya pada suatu waktu yang masihtermasuk dalam bulan Februari 2016, bertempat di dalam rumah Terdakwa di Desa HauwaiRt. 02 Kecamatan Halong Kabupaten Balangan atau setidaktidaknya pada suatu tempatlain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Amuntai yangberwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, setiap orang yang dengan sengajamemproduksi dan mengedarkan sediaan farmasi
(delapan) plastikklip warna bening ukuran kecil, dan 1 (satu) lembar uang kertas pecahan Rp.1.000, (seribu rupiah) di dalam kamar Terdakwa dan Terdakwa tidak dapatmenunjukkan surat izin untuk mengedarkan atau menjual obatobatan tersebut;Bahwa obatobatan Daftar G jenis Carnophen produksi Zenith Pharmaceuticalstersebut sudah tidak memiliki izin edar karena telah dicabut izin edarnya oleh BalaiPOM, sehingga obat tersebut tidak boleh beredar lagi dengan berarti setiap orangyang mengedarkan sediaan farmasi
delapan) plastikklip warna bening ukuran kecil, dan 1 (satu) lembar uang kertas pecahan Rp.1.000, (seribu rupiah) di dalam kamar Terdakwa dan Terdakwa tidak dapatmenunjukkan surat izin untuk mengedarkan atau menjual obatobatan tersebut;e Bahwa obatobatan Daftar G jenis Carnophen produksi Zenith Pharmaceuticalstersebut sudah tidak memiliki izin edar karena telah dicabut izin edarnya oleh BalaiPOM, sehingga obat tersebut tidak boleh beredar lagi dengan berarti setiap orangyang mengedarkan sediaan farmasi
Unsur dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edarMenimbang, bahwa unsur ini merupakan unsur yang bersifat alternatif, sehinggaMajelis Hakim dapat langsung memilih salah satu perbuatan yang relevan dengan faktafakta hukum dan dalam arti apabila salah satu perbuatan dalam unsur ini telah terpenuhi,maka unsur ini juga harus dinyatakan telah terpenuhi;Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan sengaja adalah menghendaki danmengetahui apa
yang dilakukan dan menyadari akibat dari perbuatannya tersebut;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 3 Peraturan Pemerintah No. 72Tahun 1998 menyatakan produksi adalah kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan,mengolah, membentuk, mengemas, dan/atau mengubah bentuk sediaan farmasi dan alatkesehatan;Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 4 Peraturan Pemerintah No. 72Tahun 1998 menyatakan peredaran adalah setiap kegiatan atau serangkaian kegiatanpenyaluran atau penyerahan sediaan farmasi